Kajian ini bertujuan mengeksplorasi apakah capaian belajar matematika yang diajar memanfaatkan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan Geogebra lebih unggul dibandingkan model instruksi langsung, secara spesifik pada topik lingkaran di tingkat sekolah menengah pertama. Kajian ini mengaplikasikan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experimental memanfaatkan desain pretest-posttest control group. Subjek terkonstruksi dari 48 pembelajar dari SMP Negeri 1 Modoinding, dengan kelas VIII A (n=24) berfungsi sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII B (n=24) sebagai kelompok kontrol. Data dioleksi lewat tes tertulis yang divalidasi oleh ahli materi. Analisis prasyarat melingkupi uji normalitas memanfaatkan teknik Liliefors dan uji homogenitas memanfaatkan uji F, kedua-duanya mengonfirmasi bahwa data terdistribusi normal dan homogen. Pengujian hipotesis memanfaatkan uji-t independen menghasilkan t-hitung = 6,824 > t-tabel = 1,679 pada taraf signifikansi 0,05, mengakibatkan penolakan H0 dan penerimaan H1. Output ini mengindikasikan bahwa model Discovery Learning berbantuan Geogebra secara bermakna meningkatkan capaian belajar pembelajar pada topik lingkaran dibandingkan model instruksi langsung. Integrasi Geogebra sebagai alat visualisasi dinamis memfasilitasi pembelajar guna mengeksplorasi konsep geometri secara interaktif, sehingga memperdalam penguasaan konseptual dan memperkuat kapabilitas berpikir kritis.
Copyrights © 2026