Pembentukan karakter anak merupakan salah satu tujuan utama Pendidikan Agama Islam yang memerlukan keterlibatan aktif seluruh anggota keluarga, termasuk ayah. Namun, peran ayah dalam pendidikan anak sering kali lebih banyak dipahami sebagai pencari nafkah dibandingkan sebagai pendidik dan figur penyayang. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran ayah sebagai figur penyayang dalam pembentukan karakter anak berdasarkan perspektif Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber yang relevan, meliputi Al-Qur’an, hadis, serta literatur pendidikan Islam dan pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa kasih sayang ayah memiliki kontribusi penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, disiplin, kejujuran, kemandirian, dan rasa percaya diri. Dalam perspektif Pendidikan Agama Islam, peran ayah diwujudkan melalui keteladanan, pendampingan, komunikasi yang edukatif, serta pembiasaan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran ayah yang penuh kasih sayang menciptakan lingkungan keluarga yang kondusif bagi perkembangan akhlak dan kepribadian anak. Oleh karena itu, penguatan peran ayah sebagai figur penyayang menjadi strategi penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan modern sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Copyrights © 2026