Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Selatan dalam menjembatani aspirasi kelompok minoritas terkait rekomendasi kebijakan perizinan rumah ibadah, mengidentifikasi tantangan struktural dan kultural yang dihadapi, serta mengevaluasi efektivitas inovasi program yang dijalankan dalam mengarusutamakan moderasi beragama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan anggota FKUB Jakarta Selatan dan pihak sekretariat yang terlibat dalam proses mediasi serta rekomendasi kebijakan, didukung oleh studi dokumentasi terhadap peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FKUB Jakarta Selatan menerapkan strategi representasi yang inklusif, pendekatan dialogis, mediasi sosial, dan kolaborasi lintas lembaga dalam menjembatani aspirasi kelompok minoritas. Penelitian juga menemukan adanya tantangan kultural berupa resistensi masyarakat dan pemahaman keberagaman yang eksklusif, serta tantangan struktural berupa kompleksitas regulasi, birokrasi perizinan, dan potensi intervensi politik.
Copyrights © 2026