Penentuan lokasi industri merupakan faktor penting dalam keberhasilan suatu usaha karena berpengaruh terhadap biaya produksi, distribusi, ketersediaan bahan baku, dan kelancaran operasional industri. Penelitian ini bertujuan menentukan lokasi terbaik industri kopi bubuk arabika menggunakan metode Bayes, Metode Perbandingan Eksponensial (MPE), dan Brown and Gibson. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap tiga alternatif lokasi yaitu Bogor, Bandung, dan Malang. Faktor penilaian yang digunakan meliputi kedekatan bahan baku, biaya transportasi, tenaga kerja, infrastruktur, kedekatan pasar, pemasokan peralatan, serta dukungan lingkungan dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Bayes menghasilkan Bogor sebagai lokasi terbaik dengan nilai 84,4. Sementara itu, metode MPE dan Brown and Gibson menghasilkan Malang sebagai lokasi terbaik dengan nilai masing-masing 12,44 dan 0,39775. Secara keseluruhan, Malang dinilai lebih optimal karena unggul dalam kedekatan bahan baku dan efisiensi biaya produksi.
Copyrights © 2026