Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil pangan berbasis pertanian kelapa, padi, dan perikanan. Namun, rendahnya literasi digital masyarakat tani dan belum meratanya infrastruktur internet menjadi penghambat utama upaya swasembada pangan. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat literasi digital petani, menganalisis korelasi antara literasi digital dengan pembangunan infrastruktur pertanian, serta merumuskan strategi peningkatan kapasitas digital guna menunjang swasembada pangan di Kabupaten Indragiri Hilir. Metode yang digunakan adalah mixed-method dengan survei kuesioner kepada 120 responden, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57% petani berada pada kategori literasi digital rendah dan sangat rendah, terutama dalam aspek pemanfaatan e-commerce dan infrastruktur digital. Analisis SWOT menunjukkan adanya peluang signifikan melalui program pelatihan digital, perluasan IoT pertanian, dan penguatan platform pemasaran digital produk pangan lokal. Penelitian ini merekomendasikan program literasi digital terpadu, pembangunan infrastruktur internet di daerah terpencil, dan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat digitalisasi pertanian di Inhil.
Copyrights © 2026