Pariwisata di Desa Tenganan Dauh Tukad, Karangasem, sebagai desa tua bercirikan Bali Aga, memiliki potensi budaya dan tradisi yang unik, menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Kelompok Pemandu Wisata setempat berperan penting sebagai jembatan komunikasi dan penyedia pengalaman mendalam tentang budaya lokal bagi wisatawan. Namun, sebagian besar pramuwisata masih menghadapi keterbatasan, seperti penguasaan bahasa asing (Inggris dan Mandarin) yang terbatas, minimnya pelatihan interpretasi budaya, dan belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) berbasis awig-awig desa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi anggota Kelompok Pemandu Wisata melalui sosialisasi dan pelatihan dasar. Metode yang digunakan meliputi pendampingan penyusunan SOP, memfasilitasi sosialisasi dari Dinas Pariwisata, dan melaksanakan pelatihan dasar. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra adalah peningkatan kompetensi SDM, penguatan kelembagaan, standarisasi pelayanan (termasuk SOP), dan pemanfaatan teknologi digital. Luaran dari kegiatan ini adalah tersusunnya SOP Pemandu Wisata Tenganan Dauh Tukad sebagai buku saku, artikel jurnal pengabdian terakreditasi, dan publikasi pada media massa. Peningkatan profesionalisme ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang profesional dan edukatif, meningkatkan pendapatan pramuwisata, serta mendukung pelestarian budaya dan keberlanjutan pariwisata desa adat.
Copyrights © 2026