Prediksi tekanan luap merupakan aspek krusial dalam operasional pemboran untuk menjamin keselamatan kru dan efisiensi biaya. Penentuan tekanan luap yang tidak akurat dapat memicu risiko teknis serius seperti kick, pipa terjepit (pipe sticking), hingga blowout. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan zona tekanan luap abnormal pada Sumur EA Lapangan LBK dengan mengintegrasikan parameter mekanis pemboran melalui metode d-exponent. Metodologi yang digunakan melibatkan pengolahan data real-time pemboran yang meliputi Rate of Penetration (ROP), Weight on Bit (WOB), Rotation per Minute (RPM), dan ukuran diameter pahat (bit size). Data tersebut dikonversi menjadi nilai d-exponent terkoreksi (dc-exponent) untuk meminimalisir pengaruh perubahan berat lumpur (mud weight) dan perbedaan litologi. Normal Compaction Trend ditetapkan untuk mengidentifikasi penyimpangan yang mengindikasikan adanya zona tekanan berlebih (overpressure). Hasil analisis menunjukkan bahwa pada Sumur EA, zona tekanan luap abnormal mulai terdeteksi pada kedalaman 4500 – 6000 ft. Hasil perhitungan metode d-exponent divalidasi dengan data leak-off test (LOT) dan data tekanan hidrostatik lumpur aktual. Integrasi parameter ini terbukti efektif dalam memberikan peringatan dini terhadap perubahan tekanan formasi secara dinamis. Hasil penelitian ini direkomendasikan sebagai dasar penentuan mud weight window dan desain casing setting depth untuk pengeboran sumur pengembangan selanjutnya di Lapangan LBK guna meminimalisir risiko kegagalan operasi.
Copyrights © 2026