Implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menuntut penerapan model pembelajaran inovatif yang mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa, khususnya pada pembelajaran Biologi. Namun, proses pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional menyebabkan keterlibatan mahasiswa dalam pemecahan masalah nyata belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa pada mata kuliah Biologi berbasis MBKM. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain embedded yang melibatkan 32 mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi. Data kuantitatif diperoleh melalui pretest dan posttest, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, serta analisis laporan proyek mahasiswa. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan N-Gain, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Project-Based Learning mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata pretest dari 64,53 menjadi 86,41 pada posttest, dengan nilai N-Gain sebesar 0,62 yang termasuk kategori sedang. Selain itu, mahasiswa menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, mengevaluasi bukti, menyusun argumentasi ilmiah, dan bekerja secara kolaboratif melalui proyek konservasi berbasis citizen science. Dengan demikian, Project-Based Learning terbukti efektif mendukung implementasi MBKM melalui pembelajaran Biologi yang kontekstual, berpusat pada mahasiswa, serta mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis sebagai kompetensi abad ke-21.
Copyrights © 2026