cover
Contact Name
Edi Wahyono
Contact Email
ijls.redaksi@gmail.com
Phone
+6287810971357
Journal Mail Official
ijls.redaksi@gmail.com
Editorial Address
Perumahan To'lauro Garden F. 12, Kel. Songka, Kec. Wara Selatan, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Indonesia.
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Learning Studies
ISSN : -     EISSN : 27755231     DOI : https://doi.org/10.53769/ijls.v5i3
Core Subject : Education,
Indonesian Journal of Learning Studies is an open-access journal devoted to publish knowledge in the areas of teaching and learning in order to publish high-quality peer-reviewed papers, Indonesian Journal of Learning Studies welcomes research articles on all aspects of teaching and learning from academics, educators, teachers, trainers, and other practitioners. Papers for publication in the Indonesian Journal of Learning Studies are carefully chosen for their quality, originality, appropriateness, significance, and readability. Authors are invited to contribute to this journal by submitting articles illustrating research findings, projects, original surveys, and case studies describing significant advance in educational issues (teaching and learning studies). Authors are encouraged to submit their papers to this journal via ONLINE submission system. Submissions must be original and should not have been previously published or be in the process of being published while being evaluated by Indonesian Journal of Learning Studies.
Articles 15 Documents
Analisis Kreativitas Guru Sekolah Dasar dalam Proses Pembelajaran Berdasarkan Angket Abigael Simbolon; Grace Paulina Simanjuntak; Kezia Saputri Gultom; Rahel Yesika Anakampun; Ruth Agnesia P. Sihombing
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v5i3.2274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kreativitas guru sekolah dasar dalam proses pembelajaran di kelas V SD Negeri 060857 berdasarkan hasil angket siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Data diperoleh dari 12 responden melalui angket tertutup berskala Likert yang menilai aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas siswa menilai guru telah mengajar dengan kreatif, ditunjukkan oleh 71,67% responden yang merasa senang dengan cara guru mengajar. Namun, terdapat beberapa aspek yang masih perlu ditingkatkan, seperti variasi penggunaan media, permainan edukatif, dan diskusi kelompok. Temuan ini menegaskan bahwa kreativitas guru sangat berpengaruh terhadap kepuasan dan keterlibatan siswa, serta perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar pembelajaran lebih menarik, bermakna, dan sesuai kebutuhan siswa abad ke-21.
Analisis Tingkat Pemahaman Siswa SD Negeri 101783 Desa Saentis Kec. Percut Sei Tuan terhadap Konsep Panca Indra dan Preferensi Penggunaan Media Video dalam Pembelajaran Azha, Khairina Firantia; Fadilla, Ocha Andini; Husni, Naifah Nazla; Napitupulu, Elsa Maulina Br.; Sianturi, Cela Talita; Simanjuntak, Roseska Natalia Marito; Majid, Siti Apriyanti; Siregar, Feby
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v5i3.2275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman siswa kelas IV SD 101783 Desa Saentis Kec. Percut Sei Tuan terhadap materi panca indra serta mengidentifikasi media pembelajaran yang disukai. Panca indra merupakan materi dasar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari siswa, namun pemahaman terhadap konsep ini sering kali masih rendah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket tertutup yang terdiri dari 10 pernyataan. Angket dibagikan secara langsung kepada seluruh siswa kelas IV dan hasilnya dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memahami dengan baik materi panca indra, meliputi bagian-bagian organ, fungsi, serta cara menjaga kesehatannya. Sebaliknya, dari sisi preferensi belajar, mayoritas siswa menyatakan lebih senang jika guru menggunakan media audiovisual berupa video atau animasi dibandingkan metode konvensional. Hal ini mengindikasikan bahwa media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar dapat membantu meningkatkan pemahaman mereka.
The Effect of Self-Efficacy on Engine Cadets’ Language Anxiety and Speaking Accuracy in Maritime Radio Communication Mutmainnah Hasyari; Edi Wahyono
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i1.3046

Abstract

Abstract Radio communication plays a vital role in engine room operations, where accurate delivery of technical information is essential for ship safety and efficiency. However, engine cadets often experience communication anxiety when reporting machinery conditions through radio systems, particularly under operational pressure. This study aims to examine the effect of communication anxiety on radio communication accuracy among engine cadets, with self-efficacy serving as a mediating variable. This study employed a quantitative explanatory research design involving approximately 100 engine cadets. Data were collected using structured questionnaires to measure communication anxiety and self-efficacy, as well as performance-based assessments of radio communication accuracy conducted through simulated normal and emergency engine room scenarios. The data were analyzed using mediation analysis through regression procedures. The findings reveal that communication anxiety has a significant negative effect on self-efficacy and radio communication accuracy. Self-efficacy demonstrates a significant positive influence on communication accuracy and partially mediates the relationship between communication anxiety and communication accuracy. These results indicate that psychological readiness plays a crucial role in technical radio communication performance among engine cadets. This study contributes to maritime education by emphasizing the importance of integrating psychological factors, particularly self-efficacy development, into engine cadets’ radio communication training to enhance accuracy and operational safety. Keywords: Communication language anxiety, Self-efficacy, Engine cadets, Radio communication
Penggunaan Bahasa Daerah Dalam Kesalahan Penulisan Bahasa Indonesia Pada Mahasiswa Harnum Khanaya Tabitha Silitonga; Yona Revalina Ginting; Jelyta Olivia Manik; M. Surip
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i2.3517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa daerah serta pengaruhnya terhadap kesalahan penulisan bahasa Indonesia pada mahasiswa Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima orang mahasiswa sebagai responden yang dipilih secara purposif. Data dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model analisis interaktif Miles dan Huberman (1992). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan bahasa secara kontekstual sesuai situasi dan lawan bicara. Bahasa daerah lebih dominan digunakan dalam lingkungan keluarga, pergaulan sehari-hari, dan komunikasi nonformal, sedangkan bahasa Indonesia digunakan dalam kegiatan akademik dan situasi resmi. Pengaruh bahasa daerah terlihat dalam proses penulisan bahasa Indonesia, terutama pada penyusunan kalimat, pemilihan kata, penggunaan imbuhan, serta gaya bahasa yang masih mengikuti pola bahasa daerah. Kesalahan penulisan yang ditemukan meliputi aspek sintaksis, morfologi, leksikal, dan ortografi. Faktor penyebab terjadinya kesalahan tersebut antara lain penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa pertama, tingginya intensitas penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, serta kurangnya pembiasaan menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah baku. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan bahasa daerah, semakin besar pula pengaruh dan kesalahan yang muncul dalam penulisan bahasa Indonesia mahasiswa. Kata kunci : bahasa daerah, kesalahan penulisan, bahasa Indonesia, mahasiswa
Analisis Fenomena Campur Kode Bahasa Indonesia dan Bahasa Gaul pada Kalangan Mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Ekleisia Br Milala; Rohani Panjaitan; Masriana J Siregar; Sophia Sophia; M. Surif
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i2.3667

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi, platform media sosial, dan perubahan cara berinteraksi di kalangan generasi muda telah berpengaruh pada cara penggunaan bahasa di kalangan mahasiswa. Salah satu contohnya adalah munculnya fenomena campur kode antara Bahasa Indonesia dan bahasa gaul dalam komunikasi sehari-hari. Fenomena ini penting untuk diteliti karena dapat memengaruhi penggunaan Bahasa Indonesia baik di lingkungan akademik maupun sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bentuk penggunaan campur kode antara Bahasa Indonesia dan bahasa gaul serta faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta efeknya terhadap pemakaian Bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap, termasuk reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa campur kode lebih sering digunakan dalam konteks nonformal, seperti saat berkomunikasi dengan teman sebaya dan via media sosial. Faktor yang paling berpengaruh dalam penggunaan campur kode adalah lingkungan sosial serta kemajuan teknologi komunikasi. Dampak positifnya adalah terwujudnya komunikasi yang lebih santai, dekat, dan ekspresif, sementara dampak negatifnya berpotensi menurunkan kebiasaan mahasiswa dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam situasi formal. Oleh karena itu, penggunaan campur kode harus ditangani dengan bijak agar mahasiswa dapat tetap menggunakan bahasa sesuai dengan konteks komunikasi, terutama dalam lingkungan akademik.
Analisis Penggunaan Media Sosial dan Kebiasaan Code Mixing terhadap Kemampuan Berbahasa Indonesia Formal Mahasiswa dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah di Perguruan Tinggi Nadila Wulandari; Suratya Marsoit; Roberto Lumbangaol; M. Surif
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i2.3668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media sosial dan kebiasaan code mixing serta keterkaitannya dengan kemampuan berbahasa Indonesia formal mahasiswa dalam penulisan karya tulis ilmiah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa yang diikuti kebiasaan penggunaan bahasa campuran antara bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa gaul dalam komunikasi sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa aktif menggunakan media sosial seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, dan YouTube dengan durasi penggunaan yang cukup lama. Dalam komunikasi sehari-hari, mahasiswa cenderung menggunakan bahasa santai, bahasa gaul, dan code mixing karena dianggap lebih menarik dan mempermudah komunikasi. Meskipun mahasiswa memahami pentingnya penggunaan bahasa Indonesia formal dalam karya ilmiah, masih ditemukan penggunaan bahasa tidak baku dalam tugas akademik dan presentasi. Kebiasaan penggunaan bahasa campuran di media sosial turut memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam menggunakan bahasa Indonesia formal pada penulisan karya tulis ilmiah.
Analisis Perubahan Gaya Bahasa Mahasiswa dalam Penggunaan Media Sosial Dinda Arini; Afrida Afrida; Flanella Natama Harahap; M. Surif
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i2.3673

Abstract

Penelitianinibertujuanuntukmenganalisisperubahangayabahasamahasiswadalampenggunaan media sosial. Metode yang digunakanadalahpenelitiankualitatifdenganfokus pada penggunaanbahasamahasiswadalamkomunikasi digital sehari-hari. Hasil penelitianmenunjukkanbahwa media sosialseperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok memengaruhigayabahasamahasiswamenjadilebihsantai, singkat, dan tidak formal. Mahasiswacenderungmenggunakanbahasagaul, singkatan, istilah viral, sertacampuranbahasa Indonesia dan bahasaInggrisdalamkomunikasi digital. Penggunaanbahasatersebutdianggaplebihpraktis, modern, dan sesuaidenganperkembangankomunikasi di era digital. Meskipundemikian, mahasiswatetapmenyadaripentingnyapenggunaanbahasa Indonesia yang baik dan benardalamsituasi formal dan akademik. Penelitianinimenunjukkanbahwa media sosialmemilikipengaruhbesarterhadapperkembangangayabahasamahasiswa di era digital.
Analisis Persepsi Mahasiswa Terhadap Pelanggaran Norma Tata Bahasa Indonesia di Chat Grup Mahasiswa Alyatun Rizki Amanda Manik; Tri Komala Sari Simatupang; Maria Christina Br Naibaho; M.Surif
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i2.3674

Abstract

Penelitianinibertujuanmenganalisispersepsimahasiswaterhadappelanggaran norma tata bahasa Indonesia di chat grup WhatsApp mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED). Fenomenapelanggaran norma tata bahasadalamkomunikasi digital semakinmasifseiringmeluasnyapenggunaanaplikasipesaninstansebagai media komunikasiakademik. Penelitianinimenggunakanpendekatankualitatifdeskriptifdenganteknikpengumpulan data melaluiwawancaramendalam, observasi, dan dokumentasiterhadap lima informanmahasiswaFakultas Ilmu Sosial UNIMED. Analisis data dilakukanmelaluitigatahapan Miles dan Huberman, yaitureduksi data, penyajian data, dan verifikasi/penarikankesimpulan. Hasil penelitianmenunjukkantigatemuanutama. Pertama, pelanggaran norma tata bahasaterjadihampirsetiaphari di chat grupkampus, meliputisingkatanberlebihanseperti “yg”, “dgn”, dan “utk”, campurkodebahasaInggris dan bahasadaerah, sertapenggunaan kata tidakbaku; mahasiswaumumnyabelummenyadaripenyimpangantersebutkarenamenyamakangrupkampusdengangruppertemananbiasa. Kedua, pelanggaran norma bahasaberdampaknyataterhadapkualitaskomunikasiakademikberupamiskomunikasi, ambiguitasinformasi, dan penurunancitraprofesionalismemahasiswa di matadosen. Ketiga, mahasiswacenderungmemilihpendekatanpasifdenganmenjaditeladandalamberbahasa yang baik, dan secarainstitusionalmendorongperlunyakebijakanresmi, panduankomunikasitertulis, serta program pendidikanberbahasa di lingkungankampus. Penelitianinimenegaskanbahwapenangananpelanggaran norma tata bahasa di ruangkomunikasi digital akademikmemerlukansinergiantarakesadaran individual mahasiswa dan dukungankebijakaninstitusionalperguruantinggi.
Analisis Dampak Penggunaan Bahasa Daerah terhadap Kemampuann Berbahasa Indonesia Mahasiswa dalam Komunikasi Sehari-hari Ririn Siahaan; Yuni Erlina Sitompul; Best Maridup P. Silaban; M. Surif
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i2.3675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan bahasa daerah terhadap kemampuan berbahasa Indonesia mahasiswa dalam komunikasi sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap lima mahasiswa dari suku Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, dan Jawa. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa daerah masih sangat mendominasi kehidupan sehari-hari mahasiswa, terutama di dalam keluarga, lingkungan sosial, dan kampus. Penggunaan Bahasa daerah memiliki dampak pada kemampuan berbahasa Indonesia, termasuk munculnya campur kode, penggunaan aksen lokal, kesulitan dalam memilih kosakata formal, dan rendahnya kepercayaan diri saat berbicara Bahasa Indonesia baku di situasi akademis. Meskipun begitu, penggunaan bahasa daerah juga memberikan sisi positif, yaitu memperkuat hubungan sosial dan mempertahankan identitas budaya lokal. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan dapat mengatur penggunaan bahasanya sesuai dengan konteks, sambil tetap melestarikan bahasa daerah tanpa mengurangi kemampuan dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Analisis Penggunaan Istilah Asing (Bahasa Inggris) terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia pada Mahasiswa di Lingkungan Kampus Fistauli Sidabutar; Hotmauli Marselina Marpaung; Nana Myagi Lumbantobing; M. Surif
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemakaian istilah luar/bahasa asing (bahasa Inggris),dalam pemakaian bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa di lingkungan kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode deskriptif. Metode pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian yatu mahasiswa,Program Studi PPKn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan istilah bahasa Inggris dalam interaksi sehari-hari, sudah cukup sering digunakan , baik dalam aktivitas kuliah, organisasi, ataupun media sosial. Istilah seperti deadline,online, upload, download feedback,meeting, menjadi elemen dalam kebiasaan berinteraksi mahasiswa dalam area kampus. Pemakaian istilah bahasa Inggris terpengaruh oleh kemajuan teknologi, platform media sosial, jaringan internet, dan suasana interaksi mahasiswa.Selain itu, pemakaian istilah bahasa Inggris dinilai dapat memperlancar komunikasi.karena lebih efisien, ringkas, dan mudah dimengerti. Namun, penerapan istilah bahasa Inggris yang berlebihan juga memengaruhi penggunaan bahasa Indonesia,seperti adanya kebiasaan menggabungkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari,khusus nya dilingkungan akademik yang seharusnya formal baku.Namun, mahasiswa tetap menyadari betapa pentingnya melestarikan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa kesatuan dan identitas bangsa,terutama dalam aktivitas akademis dan keadaan resmi di area kampus.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemakaian istilah asing (bahasa Inggris) di lingkungan Kampus menjadi elemen penting dalam pola komunikasi mahasiswa, namun penerapannya harus tetap dikendalikan agar penggunaan bahasa Indonesia tetap terjaga dengan baik.

Page 1 of 2 | Total Record : 15