Kelompok tani di wilayah pedesaan masih menghadapi berbagai kendala dalam memasarkan hasil pertanian, terutama akibat terbatasnya akses pasar, minimnya pemanfaatan teknologi, dan rendahnya literasi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan strategi digitalisasi agribisnis kepada kelompok tani di Desa Aeng Sareh, Kabupaten Sampang, sekaligus meningkatkan keterampilan dasar dalam pemasaran digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi, ceramah, diskusi, dan praktik sederhana dengan memanfaatkan media leaflet serta LCD sebagai sarana penyampaian materi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 21 peserta, sebanyak 66,67% berjenis kelamin laki-laki dan 33,33% perempuan. Selain itu, hanya 23,81% petani yang telah memanfaatkan internet sebagai media pemasaran, sedangkan 76,19% lainnya masih mengandalkan metode konvensional. Temuan tersebut menunjukkan bahwa tingkat adopsi teknologi digital masih rendah sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan, pelatihan praktis, serta intervensi yang sistematis untuk meningkatkan literasi digital, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing produk pertanian lokal.
Copyrights © 2026