Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis serta memetakan perbedaan penggunaan variasi bahasa vulgar akibat kontrol budaya berbahasa tameme pada penutur bahasa Lauje di Kecamatan Ampibabo pada tataran lingual, semantik, serta menerangkan fungsi pemakaian bahasa vulgar yang digunakan penutur untuk mengekspresikan tujuannya melalui variasi bahasa Vulgar. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deksriptif. Sumber data penelitian menggunakan data tuturan spontan Penutur Bahasa Lauje Kecamatan Ampibabo dengan objek penelitian Laki-laki dan Perempuan dengan minimal usia 20 tahun yang telah memahami pemakaian leksikon bahasa vulgar berupa wujud lingual, semantik, dan fungsi bahasa vulgar dalam berinteraksi. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, perekaman, pencatatan langsung di lapangan. Peneliti berperan menjadi instrumen penelitian perencana, pelaksana, pengumpul data, dan analisis data. Lokasi Penelitian berada di Desa Buranga dan Desa Ampibabo, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Berdasarkan hasil temuan data, terdapat perbedaan penggunaan variasi bahasa vulgar pada laki-laki dan perempuan pada tataran lingual yang berupa verba, nomina, adjektiva dan klausa, pada tataran semantik terdapat perbedaan pemilihan bahasa dengan laki-laki yang cenderung menggunakana bahasa halus bermakna konotatif dan perempuan cenderung bahasa secara terang-terangan berupa majas, referen, serta terdapat penggunaan bahasa vulgar dari hasil peyoratif yang cenderung digunakan oleh perempuan. Terdapat tiga fungsi penggunaan bahasa vulgar seperti fungsi ekpresi, fungsi keakraban, serta fungsi penegasan situasi tutur.
Copyrights © 2026