Latar Belakang: Masa nifas (puerperium) merupakan fase penting yang berlangsung sekitar enam minggu (42 hari) setelah persalinan, di mana ibu mengalami adaptasi fisiologis dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penerimaan Continuity of Care (CoC) dengan keberlanjutan self-care breastfeeding.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu menyusui. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 38 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson (product moment).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi sebesar 0,561 (r = 0,561) dengan nilai p yang sangat kecil (0,000). Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penerimaan Continuity of Care dengan keberlanjutan self-care breastfeeding pada ibu nifas.Kesimpulan: Penerimaan Continuity of Care memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan menyusui pada ibu nifas di Surakarta. Tenaga kesehatan perlu memastikan bahwa ibu mendapatkan perawatan berkelanjutan, tidak hanya dalam bentuk informasi medis, tetapi juga dukungan emosional yang dapat meningkatkan kepercayaan diri ibu untuk terus menyusui.Kata kunci: continuity of care; perawatan mandiri; menyusui; ibu nifas
Copyrights © 2026