Kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan tinggi vokasi dan kebutuhan industri otomasi yang dinamis, ditambah keterbatasan fasilitas praktikum PLC, HMI, dan SCADA serta rendahnya akses mahasiswa terhadap sertifikasi kompetensi BNSP, menjadi permasalahan utama yang melatarbelakangi kegiatan pengabdian ini. Kegiatan bertujuan menyelenggarakan program magang industri sekaligus memfasilitasi uji sertifikasi kompetensi bidang automation system, menyelaraskan kurikulum perguruan tinggi mitra dengan kebutuhan industri, serta membangun kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan dunia usaha. Kegiatan dilaksanakan melalui magang industri selama 3 bulan di PT. MEDCON-E, perusahaan Engineering Control and Automation System di Kota Medan, yang diikuti 15 mahasiswa teknik tingkat akhir (7 Teknik Elektro, 5 Teknik Industri, 3 Mekatronika) dari 3 perguruan tinggi mitra di Medan, terpilih dari 45 pendaftar. Program mencakup empat tahapan, yaitu seleksi peserta, magang industri dengan pendampingan mentor, pelatihan intensif dan uji sertifikasi kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi terakreditasi BNSP, serta evaluasi melalui perbandingan skor kompetensi sebelum-sesudah, angket kepuasan, dan penelusuran penyerapan kerja. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai magang meningkat menjadi 82,4 dari skala 100, dengan peningkatan tertinggi pada kompetensi pemrograman PLC (45,3%) dan troubleshooting (41,9%). Sebanyak 86,7 persen peserta (13 dari 15 orang) lulus uji sertifikasi kompetensi BNSP, skor kepercayaan diri peserta meningkat 37,3 persen, tingkat kepuasan peserta mencapai 4,3 dari skala 5, dan 73,3 persen peserta memperoleh pekerjaan di industri otomasi dalam kurun 3 bulan pascaprogram. Kegiatan ini turut membangun kemitraan berkelanjutan antara PT. MEDCON-E dan tiga perguruan tinggi mitra di Medan.
Copyrights © 2026