Abstract: The purpose of this study was to determine whether educational cinema through group counseling services was effective in training assertive behavior skills to prevent sexual violence among students at SMP Negeri 17 Malang. Translated with DeepL.com (free version)This study used a quantitative approach with an experimental method. The design used in this study was pre-experimental, namely a one-group pretest-posttest group design. Based on the results of the assertive behavior scale measurement, students were randomly selected into low, medium, and high categories, totaling 10 students. The instrument used in this study was an assertive behavior skill scale in preventing sexual violence. Data analysis in this study used the Wilcoxon Signed Rank Test with the Wilcoxon test statistic result that Zhitung was -2.803b (2-tailed) of 0.005. Thus, the Sig. (2-tailed) value of 0.005 < 0.05, it can be concluded that the provision of educational cinema treatment through group counseling services is effective in improving assertive behavior skills in preventing sexual violence among students at SMP Negeri 17 Malang. Suggestions for future researchers are that educational cinema techniques can be used as an alternative service to train social skills and prevent sexual violence. Keywords: Educational Cinema, Assertive Behavior Skills, Sexual Violence. Abstrakt: Kekerasan seksual adalah tindakan yang merendahkan, menghina, melecehkan, atau menyerang tubuh, serta fungsi reproduksi seseorang secara paksa, tanpa persetujuan korban, karena ketimpangan relasi kuasa atau gender. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah sinema edukasi melalui layanan bimbingan kelompok efektif untuk melatih keterampilan perilaku asertif dalam mencegah kekerasan seksual pada siswa SMP Negeri 17 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-eksperimental, yaitu One-Group Pretest-Postest Group Design. Berdasarkan hasil dari pengukuran skala perilaku asertif, siswa diambil secara acak dengan kategori rendah, sedang dan tinggi yang berjumlah 10 siswa. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala keterampilan perilaku asertif dalam mencegah kekerasan seksual. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan hasil test statistik uji Wilcoxon bahwa Zhitung adalah -2.803b (2tailed) sebesar 0,005. Sehingga, nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,005 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa pemberian perlakuan sinema edukasi melalui layanan bimbingan kelompok efektif untuk meningkatkan keterampilan perilaku asertif dalam mencegah kekerasan seksual siswa SMP Negeri 17 Malang. Saran bagi peneliti selanjutnya, teknik sinema edukasi dapat dijadikan alternatif layanan untuk melatih keterampilan sosial dan pencegahan kekerasan seksual Kata Kunci: Sinema Edukasi, Keterampilan Perilaku Asertif, Kekerasan seksual.
Copyrights © 2026