Artikel ini menganalisis efektivitas layanan preventif Bullying yang diterapkan di SMP Negeri 43 Bandung dan SMP Swasta Taruna Bakti Bandung dengan tujuan untuk mengkaji bagaimana perbedaan strategi dan sumber daya memengaruhi keberhasilan program pencegahan. Menggunakan metodologi kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan guru bimbingan dan konseling. Temuan kunci menunjukkan bahwa kedua sekolah berhasil menerapkan strategi yang efektif meskipun dengan pendekatan yang berbeda; SMP Negeri 43 Bandung mengadopsi inovasi teknologi melalui aplikasi BEJAKEUN dan pembentukan tim khusus, sedangkan SMP Swasta Taruna Bakti berfokus pada pendekatan holistik seperti edukasi dan fasilitasi ekstrakurikuler. Kesimpulannya, pencegahan Bullying memerlukan kombinasi strategi yang disesuaikan dengan konteks sekolah, melibatkan kolaborasi aktif dari seluruh pihak, dan tidak dapat bergantung pada satu model tunggal.
Copyrights © 2026