Penelitian ini bertujuan menganalisis rekonstruksi manajemen kepengasuhan asrama dalam upaya mewujudkan lingkungan pendidikan Islam yang aman dan bebas dari kekerasan di Pondok Pesantren Mamba'ul Ulum Banjarejo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi sistem pengawasan dari pola hierarkis-tradisional berbasis senioritas menuju Model Tata Kelola Kepengasuhan Kolegial-Mitigatif mampu menurunkan risiko kekerasan dan perundungan secara signifikan. Implementasi model tersebut didukung oleh komitmen kuat dewan kiai, pembatasan kewenangan Dewan Santri dalam penegakan disiplin, pembentukan Komite Independen Penanganan Kekerasan, serta penerapan mekanisme pelaporan anonim. Integrasi prinsip hifzh al-nafs dengan pendekatan Agile Governance menghasilkan tata kelola asrama yang lebih humanis, transparan, dan akuntabel tanpa menghilangkan karakter tradisional pesantren. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan Manajemen Pendidikan Agama Islam serta kontribusi praktis berupa model tata kelola asrama yang dapat dijadikan rujukan bagi pesantren dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026