Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis budaya pembelajaran dongeng nusantara sebagai media internalisasi nilai-nilai karakter pada siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena menurunnya minat siswa terhadap sastra lisan tradisional di tengah gempuran budaya digital. Dongeng nusantara memiliki muatan nilai-nilai luhur yang berpotensi besar dalam membentuk kepribadian dan karakter siswa sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, yang bertujuan untuk memahami secara mendalam praktik budaya, makna, dan perspektif emik dari para pelaku pendidikan (guru dan siswa) dalam proses pembelajaran dongeng nusantara di lingkungan sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dongeng nusantara telah menjadi bagian dari budaya sekolah yang dilaksanakan secara rutin melalui berbagai strategi, seperti bercerita langsung, penggunaan media visual, dan diskusi reflektif pascabercerita. Nilai-nilai karakter yang terinternalisasi meliputi kejujuran, kerja keras, kepedulian sosial, tanggung jawab, dan rasa cinta terhadap budaya lokal. Proses internalisasi nilai berlangsung melalui tahap pengenalan, pemahaman, peneladanan, hingga pembiasaan dalam interaksi sosial siswa sehari-hari. Penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan internalisasi nilai sangat dipengaruhi oleh kreativitas guru dalam mengemas cerita serta iklim budaya sekolah yang mendukung pelestarian sastra lisan.
Copyrights © 2026