Perkembangan pesat industri e-sport di Indonesia telah memicu kemunculan berbagai komunitas penggemar dengan loyalitas tinggi terhadap tim tertentu. Salah satu komunitas dengan basis massa terbesar adalah RRQ Kingdom, pendukung utama tim Rex Regum Qeon (RRQ) dalam skena kompetitif Mobile Legends: Bang Bang. Loyalitas anggota komunitas ini kerap bertransformasi menjadi fanatisme melalui ragam perilaku positif maupun negatif. Pada situasi tertentu, fanatisme tersebut melahirkan respons komunikasi krisis, seperti pembelaan agresif, penyebaran opini, konflik antar-fandom, hingga kritik tajam terhadap manajemen saat tim menghadapi permasalahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk fanatisme komunitas RRQ Kingdom serta menganalisis perannya sebagai manifestasi komunikasi krisis di kalangan remaja pecinta e-sport di Jakarta Selatan. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini mengaplikasikan Situational Crisis Communication Theory (SCCT) guna mengkaji signifikansi respons komunikasi saat krisis dan dampaknya terhadap persepsi publik. Hasil penelitian menunjukkan fanatisme anggota bermanifestasi melalui loyalitas emosional, ikatan identitas kelompok, serta agresi proaktif saat membela tim. Dinamika fanatisme ini memicu ragam komunikasi krisis, termasuk pembentukan opini publik, dukungan moral, dan penyebaran informasi secara masif. Komunikasi ini berperan strategis menjaga citra tim sekaligus memengaruhi reputasi organisasi e-sport tersebut.
Copyrights © 2026