Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penentuan alternatif lokasi terbaik untuk pengembangan industri pengolahan kangkung di Kabupaten Sidoarjo guna mendukung pemanfaatan potensi produksi kangkung secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah basis produksi kangkung menggunakan metode Location Quotient (LQ), memvisualisasikan sebarannya secara spasial menggunakan Geographic Information System (GIS), serta menentukan alternatif lokasi terbaik menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan analisis LQ yang didukung visualisasi spasial menggunakan GIS melalui software QGIS 3.28.7 serta AHP menggunakan bantuan Expert Choice versi 11. Data yang digunakan berupa data produksi kangkung tahun 2022–2024 serta hasil penilaian dengan expert. Hasil analisis LQ menunjukkan bahwa Kecamatan Krembung, Kecamatan Candi, dan Kecamatan Tulangan merupakan wilayah basis produksi kangkung yang konsisten. Visualisasi GIS menunjukkan bahwa sebaran wilayah basis dan nonbasis tidak merata dan cenderung terkonsentrasi pada wilayah tertentu. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa ketersediaan bahan baku memiliki bobot prioritas tertinggi sebesar 0,521, diikuti tenaga kerja sebesar 0,201, infrastruktur sebesar 0,176, dan kedekatan pasar sebesar 0,102. Berdasarkan hasil prioritas alternatif global, Kecamatan Candi menjadi alternatif lokasi terbaik dengan nilai 0,527, diikuti Kecamatan Tulangan sebesar 0,318 dan Kecamatan Krembung sebesar 0,155. Dengan demikian, Kecamatan Candi dinilai sebagai lokasi terbaik dan potensial untuk pengembangan industri pengolahan kangkung di Kabupaten Sidoarjo. Kata kunci: LQ; GIS; AHP; Kangkung; Expert Choice; Lokasi Industri
Copyrights © 2026