Petani kopi di Desa Perteguhan, Kabupaten Karo, masih menghadapi produktivitas yang rendah, keterbatasan pencatatan mikroklimat, dan pengambilan keputusan agronomis yang dominan berbasis pengalaman. Artikel pengabdian ini bertujuan mengevaluasi dampak pendampingan pemanfaatan Automatic Weather Station (AWS) berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan aplikasi mobile Temani Kopi. Kegiatan dilaksanakan pada akhir Mei 2025 melalui survei pendahuluan, perakitan sistem, instalasi lapangan, pelatihan petani, pendampingan tiga bulan, dan evaluasi dampak terhadap 10 petani mitra. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, serta kuesioner pre-test dan post-test sebanyak 15 butir menggunakan skala Likert. Analisis dilakukan dengan persentase capaian, persentase perubahan, dan normalized gain. Hasil menunjukkan literasi teknologi meningkat dari 45% menjadi 85% (N-Gain=0,73), kemampuan mengoperasikan aplikasi meningkat dari 50% menjadi 90% (N-Gain=0,80), dan pengambilan keputusan agronomis berbasis data meningkat dari 48% menjadi 88% (N-Gain = 0,77). Pendampingan juga meningkatkan efisiensi penggunaan air dan pupuk sekitar 20% serta memperkuat kesiapan adopsi pertanian digital. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan IoT partisipatif dapat mengubah praktik budidaya kopi dari berbasis intuisi menuju keputusan berbasis data.
Copyrights © 2026