Adanya tren penggunaan simbol, ritual, dan elemen agama dalam film horor sebagai alat untuk kritik sosial budaya dan daya tarik visual. Memahami bagaimana agama digunakan sebagai komoditas dalam film horor untuk menyampaikan pesan sekaligus menghibur. Tujuan penelitian ini untuk menemukan dan menganalisis tanda-tanda keagamaan yang dikomodifikasi dalam kedua film horror tersebut dan memahami bagaimana hal tersebut berdampak pada pemahaman masyarakat tentang agama. Penelitian ini berkontribusi terhadap studi ilmu komunikasi visual dan studi agama di bidang media hiburan, terutama film horor. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang menggunakan analisis semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen Islam seperti doa, ritual, dan simbol digunakan secara strategis untuk menciptakan suasana mistis sekaligus mengkritik masalah sosial keagamaan dari perspektif positif maupun negatif, seperti menampilkan tokoh agama yang disakralkan dan menekankan penyalahgunaannya melalui tanda dan penanda yang ada. Komodifikasi agama digunakan sebagai representasi seni dan kritik sosial yang memiliki kemampuan untuk membuka ruang bagi masyarakat untuk berpikir tentang kondisi sosial, budaya, dan keagamaan di Indonesia melalui media hiburan yang kuat dan menarik.
Copyrights © 2026