Bawang merah memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena peranannya yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan membuat permintaan akan bawang merah terus meningkat. Tingginya permintaan akan bawang merah tidak diimbangi dengan produksi yang dihasilkan. Upaya intensifikasi dan ekstensifikasi berupa pemanfaatan bokashi eceng gondok dan pupuk NPK guna memaksimalkan budidaya bawang merah di tanah PMK diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi bokashi eceng gondok dan NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu bokashi eceng gondok dan pupuk NPK masing-masing 3 taraf perlakuan terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan dan 4 sampel tanaman. Perlakuan bokashi eceng gondok (B): b1 = 15 ton/ha, b2 = 20 ton/ha dan b3 = 25 ton/ha. Pupuk NPK (P) : p1 = 600 kg/ha, p2 = 800 kg/ha dan p3 = 1000 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan bokashi eceng gondok 20 ton/ha dan pupuk NPK 800 kg/ha memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah terbaik pada tanah PMK.
Copyrights © 2026