Gula kelapa merupakan pemanis alami yang diperoleh dari hasil penyadapan nira kelapa dan diolah menjadi bentuk kristal atau padatan. Umumnya Gula kelapa berbentuk gula cetak namun kini telah banyak dikembangkan menjadi produk berbentuk serbuk yaitu gula kelapa serbuk. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan konsentrasi penambahan serbuk kayu secang pada saat penyadapan nira kelapa yang menghasilkan karakteristik organoleptik gula kelapa serbuk terbaik. Penelitian menggunakan analisis organoleptik dengan satu faktor yaitu konsentrasi serbuk kayu secang (0-5 gram). Parameter yang diamati adalah uji organoleptik deskriptif berupa (warna, aroma, rasa manis, rasa asam, rasa kelat dan kesukaan keseluruhan gula kelapa serbuk). Data hasil uji organoleptik dianalisis dengan uji kruskalwallis untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan terhadap karakteristik sensori yang diuji. Hasil penelitian menunjukkan penilaian karakteristik organoleptik berupa warna dengan nilai 2,73 (kuning tua), aroma dengan nilai 2,83 (agak beraroma karamel), rasa manis dengan nilai 3,77 (manis), rasa asam dengan nilai 1,30 (tidak asam), rasa kelat dengan nilai 1,20 (tidak kelat), dan kesukaan keseluruhan dengan nilai 4,07 (lebih suka).
Copyrights © 2026