Padi hitam merupakan salah satu jenis padi lokal yang menghasilkan beras berwarna hitam dan semakin diminati masyarakat seiring meningkatnya kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat. Namun, dalam proses budidayanya terdapat berbagai kendala yang dapat menurunkan hasil produksi, salah satunya adalah serangan hama penghisap bulir padi (Leptocorisa acuta). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan hama penghisap bulir padi (L. acuta) serta mengkaji tingkat kerusakan yang ditimbulkan pada padi hitam asal Sekadau. Penelitian dilaksanakan di lahan petani di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat selama ±6 bulan dengan menggunakan metode survei melalui pengamatan langsung di lapangan. Pengamatan dilakukan terhadap populasi telur, nimfa, dan imago L. acuta, serta tingkat serangan pada malai dan bulir padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa L. acuta ditemukan pada seluruh lokasi pengamatan dengan populasi yang relatif tinggi sejak awal fase generatif. Populasi imago cenderung meningkat hingga pertengahan fase pengisian bulir, sedangkan populasi telur dan nimfa menunjukkan pola fluktuatif selama periode pengamatan. Tingkat serangan L. acuta tergolong sangat tinggi dengan persentase malai terserang mencapai 100%, sedangkan persentase bulir terserang pada Petak I sebesar 98,30% dan pada Petak II sebesar 96,13%.
Copyrights © 2026