Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi dan banyak diminati masyarakat, termasuk di kawasan PT. Kandelia Alam, Desa Kubu. Kegiatan pemanfaatan yang dilakukan secara intensif mempengaruhi kondisi populasinya. Oleh karena itu, diperlukan kajian distribusi ukuran sebagai informasi dasar pengelolaan kepiting bakau yang berkelanjutan. Penelitian dilakukan pada Agustus – Oktober 2025. Tujuan penelitian untuk menganalisis parameter distribusi ukuran. Pemilihan nelayan menggunakan metode purposive sampling sebanyak 10% dari populasi. Kepiting hasil tangkapan nelayan diamati secara sensus, diukur lebar karapas dan beratnya, lalu dianalisis menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan sebaran frekuensi lebar karapas kepiting jantan berkisar 60 – 151 mm, dengan berat berkisar 89 – 854 g, sedangkan betina berkisar 61 – 142 mm, dengan berat 94 – 495 g. Nisbah kelamin kepiting bakau menggambarkan tidak seimbang (2,81:1). Perlu adanya upaya pengelolaan dan penangkapan yang selektif di perairan Desa Kubu
Copyrights © 2026