Intercooler merupakan komponen penting pada sistem pemasukan udara mesin gas yang berfungsi menurunkan temperatur udara kompresi dari turbocharger sebelum memasuki ruang bakar. Penurunan kinerja akibat penumpukan kotoran (fouling) dapat mengurangi efisiensi pembakaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perawatan rutin (preventive maintenance) intercooler terhadap kinerja mesin gas di PLTMG PT Maxpower Indonesia Baloi 2. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui perbandingan data operasional 10 minggu sebelum dan sesudah perawatan. Hasil penelitian menunjukkan tekanan kerja intercooler meningkat 20,33% (dari 0,59 bar menjadi 0,71 bar), mengindikasikan hilangnya hambatan aliran. Tekanan gas masuk meningkat 29,35% yaitu dari 5,42 bar menjadi 6,61 bar, yang mengartikan suplai udara lebih optimal. Selain itu, charge temperature turun 5,44% (dari 62,4°C menjadi 59°C) dan exhaust temperature turun 2,82% (dari 638°C menjadi 620°C). Penurunan suhu ini membuktikan peningkatan efektivitas perpindahan panas dan efisiensi pembakaran. Simpulannya, perawatan intercooler secara efektif mampu meningkatkan performa mesin gas agar beroperasi lebih efisien, stabil, dan andal.
Copyrights © 2026