Pembelajaran matematika sering kali menyajikan konsep secara terpisah di berbagai jenjang pendidikan, sehingga menimbulkan anggapan bahwa setiap topik berdiri sendiri dan tidak saling berkaitan. Integral, sebagai bagian dari kalkulus, umumnya dipandang sebagai materi yang abstrak dan sulit, padahal gagasan dasarnya berasal dari konsep sederhana: mengakumulasi kuantitas secara bertahap dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejauh mana pemahaman siswa kelas lima sekolah dasar mengenai konsep penjumlahan berulang tidak hanya sebagai metode untuk menyederhanakan perkalian, tetapi juga sebagai landasan bagi konsep akumulasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 34 siswa dari SD Negeri Margahayu XIII sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% siswa mampu melakukan penjumlahan berulang dan mengubahnya menjadi perkalian, 50% memahaminya untuk menghitung luas bangun datar sederhana, namun hanya 20% yang menunjukkan pola pikir yang mendekati makna mendasar dari integral. Disimpulkan bahwa penjumlahan berulang dapat menjadi jembatan awal untuk memperkenalkan gagasan integral sejak tingkat sekolah dasar, apabila diajarkan menggunakan pendekatan visual dan kontekstual.
Copyrights © 2026