Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh ambiguitas kebijakan dan konflik kebijakan terhadap kinerja implementasi kebijakan pengelolaan sampah perkotaan di Kota Malang dengan menggunakan kerangka ambiguity-conflict model dari Matland. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Responden penelitian berjumlah 98 aparatur sipil negara yang terlibat dalam implementasi kebijakan pengelolaan sampah pada Dinas Lingkungan Hidup, kecamatan, dan kelurahan di Kota Malang, dipilih melalui teknik sensus terhadap populasi pelaksana. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan ambiguitas kebijakan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja implementasi, dan konflik kebijakan juga berpengaruh negatif dan signifikan. Kedua variabel secara simultan menjelaskan 54,2% variasi kinerja implementasi. Pola temuan mengindikasikan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Malang berada pada tipe implementasi eksperimental dengan ambiguitas tujuan yang relatif tinggi. Penelitian ini merekomendasikan penajaman tujuan dan indikator kebijakan, harmonisasi regulasi antarinstansi, serta penguatan mekanisme koordinasi untuk menurunkan derajat ambiguitas dan konflik.
Copyrights © 2025