Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan kegagalan implementasi kebijakan pengurangan sampah plastik sekali pakai di Kota Malang dengan mengintegrasikan kerangka ambiguity-conflict model dan policy capacity. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif dengan desain survei eksplanatori melalui penyebaran kuesioner terhadap 104 responden. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambiguitas kebijakan dan konflik kebijakan berpengaruh positif signifikan terhadap derajat kegagalan implementasi, sementara kapasitas kebijakan berpengaruh negatif signifikan. Ketiga variabel secara simultan menjelaskan 63,8% variasi kegagalan implementasi. Ambiguitas terbukti menjadi prediktor terkuat, terutama pada ketidakjelasan cakupan larangan, mekanisme sanksi, dan pembagian kewenangan pengawasan.
Copyrights © 2025