Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan makna pesan komunikasi kesehatan terkait edukasi gizi yang disampaikan melalui Instagram dengan menggunakan kerangka teori Health Belief Model (HBM). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis konten dan wawancara mendalam terhadap dua informan ibu muda serta dua narasumber ahli di bidang komunikasi kesehatan dan kesehatan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan komunikasi kesehatan yang disampaikan melalui akun Instagram @dinkeskab.garut telah merepresentasikan enam konstruk utama Health Belief Model (HBM), yaitu perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, dan self-efficacy. Pesan disampaikan melalui infografis, video edukasi, serta caption yang menggunakan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami oleh ibu muda. Konten mampu meningkatkan kesadaran mengenai risiko dan dampak stunting, memberikan pemahaman tentang manfaat pemenuhan gizi seimbang, mendorong tindakan pencegahan melalui ajakan yang persuasif, serta meningkatkan keyakinan ibu muda dalam menerapkan perilaku gizi sehat. Oleh karena itu, perlu adanya penambahan informasi yang lebih praktis, seperti contoh menu bergizi dengan bahan pangan lokal, solusi terhadap hambatan ekonomi dan waktu, data stunting Kabupaten Garut, serta testimoni atau pengalaman nyata agar pesan kesehatan lebih mudah diterapkan.
Copyrights © 2026