Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI BADAN PENYELENGGARA JAMINAN PRODUK HALAL (BPJPH) DALAM MEMBERIKAN LABEL HALAL PADA PRODUK-PRODUK UMKM Juliani Salsabila; Ummu Salamah; Iis Zilfah Adnan
AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol 8 No 3 (2026): AKSELERASI: JURNAL ILMIAH NASIONAL
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jin.v8i3.1870

Abstract

Perkembangan industri halal di Indonesia mendorong pemerintah untuk memperkuat implementasi sertifikasi halal. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sertifikasi halal tidak hanya berfungsi sebagai jaminan kepatuhan terhadap syariat Islam, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan daya saing produk kepercayaan konsumen. Dalam konteks tersebut, Badan penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memiliki peran strategis dan mengkomunikasikan pentingnya sertifikasi halal kepada pelaku UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang dilakukan BPJPH dalam memberikan label halal pada produk-produk UMKM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori strategi komunikasi dari Everett M Rogers yang menekankan unsur pesan, khalayak, dan media dalam mencapai tujuan komunikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa BPJPH menerapkan strategi komunikasi melalui pendekatan edukatif, persuasif, dan partisipatif. Pesan yang disampaikan menekankan aspek religius, ekonomi, dan kepercayaan konsumen dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Media komunikasi yang digunakan meliputi media digital seperti Instagram, Tiktok, YouTube, dan Website resmi, serta komunikasi tatap muka melalui sosialisasi dan pendampingan langsung. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan partisipasi UMKM dalam memperoleh sertifikasi halal. Namun, masih terdapat beberapa hambatan, seperti rendahnya literasi halal, persepsi bahwa sertifikasi halal rumit dan mahal, keterbatasan akses teknologi, serta kendala jaringan internet. Oleh karena itu, efektivitas strategi komunikasi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi program sertifikasi halal bagi UMKM.
PESAN KOMUNIKASI KESEHATAN INSTAGRAM @DINKESKAB.GARUT DALAM EDUKASI GIZI TERKAIT STUNTING PADA IBU MUDA DALAM MENDUKUNG SDGs 3 Nyinyi Fatimah; Ummu Salamah; Iis Zilfah Adnan
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 9 No 3 (2026): PAPATUNG Volume 9 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v9i3.1908

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan makna pesan komunikasi kesehatan terkait edukasi gizi yang disampaikan melalui Instagram dengan menggunakan kerangka teori Health Belief Model (HBM). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis konten dan wawancara mendalam terhadap dua informan ibu muda serta dua narasumber ahli di bidang komunikasi kesehatan dan kesehatan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan komunikasi kesehatan yang disampaikan melalui akun Instagram @dinkeskab.garut telah merepresentasikan enam konstruk utama Health Belief Model (HBM), yaitu perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, dan self-efficacy. Pesan disampaikan melalui infografis, video edukasi, serta caption yang menggunakan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami oleh ibu muda. Konten mampu meningkatkan kesadaran mengenai risiko dan dampak stunting, memberikan pemahaman tentang manfaat pemenuhan gizi seimbang, mendorong tindakan pencegahan melalui ajakan yang persuasif, serta meningkatkan keyakinan ibu muda dalam menerapkan perilaku gizi sehat. Oleh karena itu, perlu adanya penambahan informasi yang lebih praktis, seperti contoh menu bergizi dengan bahan pangan lokal, solusi terhadap hambatan ekonomi dan waktu, data stunting Kabupaten Garut, serta testimoni atau pengalaman nyata agar pesan kesehatan lebih mudah diterapkan.