Educivilia: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Vol. 7 No. 2 (2026): Educivilia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Efektivitas Program Anti Bullying di Sekolah: Sebuah Tinjauan Kritis atas Potensi Seminar sebagai Intervensi Edukatif Terstruktur

Mutiara Sabila Ramdhaliani (Universitas Darunnajah)
Duna Izfanna (Universitas Darunnajah)
Amara Tanjia (Universitas Darunnajah)
Dona Kirani Purnomo (Universitas Darunnajah)
Amara Tanjia (Universitas Darunanjah)
Alyka Putri Lestari (Universitas Darunnajah)
A’isyah Tul Alya (Universitas Darunnajah)
Selly Najwa Shadrina (Universitas Darunnajah)



Article Info

Publish Date
22 Jul 2026

Abstract

Perundungan di lingkungan sekolah Indonesia menunjukkan peningkatan yang berkelanjutan: kasus kekerasan di satuan pendidikan naik dari 91 kasus pada 2020 menjadi 573 kasus pada 2024 dan 641 kasus pada 2025, sedangkan sepanjang Januari–Maret 2026 saja telah tercatat 233 kasus dengan 19% diantaranya berupa perundungan, mengindikasikan kesenjangan antara fungsi ideal sekolah sebagai ruang aman dan realitas kekerasan yang terjadi. Tinjauan ini bertujuan menganalisis efektivitas program pencegahan perundungan, dengan fokus khusus pada potensi seminar sebagai intervensi edukatif terstruktur. Metode pelaksanaan yang dikaji merujuk pada kegiatan seminar di SDN Melati, Bogor, yang menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan media visual untuk meningkatkan pemahaman 32 peserta didik kelas VI tentang bentuk-bentuk perundungan serta strategi pencegahannya. Analisis literatur mengungkapkan bahwa pendekatan kebijakan top-down dan seminar generik sering gagal beresonansi di tingkat siswa karena kurangnya kontekstualisasi dengan budaya sekolah. Temuan utama menegaskan bahwa intervensi efektif memerlukan pemahaman mendalam tentang dinamika sosial sekolah, termasuk peran saksi dalam memutus siklus perundungan. Dampak perundungan bersifat multidimensi, psikologis, akademik, dan sosial dengan risiko jangka panjang seperti depresi hingga perilaku suicidal. Studi menunjukkan pendekatan multi-komponen yang melibatkan seluruh komunitas sekolah cenderung lebih efektif dibandingkan intervensi tunggal. Namun, implementasi kebijakan di tingkat satuan pendidikan masih belum konsisten, dan pengetahuan siswa terhadap kebijakan anti-bullying sering terbatas. Tinjauan ini memosisikan seminar anti-perundungan sebagai wahana dialogis potensial untuk mentransformasi pemahaman kognitif menjadi komitmen etis menumbuhkan empati. Keterbatasan utama kegiatan ini terletak pada desainnya yang berdosis tunggal selama 60 menit pada satu rombongan belajar tanpa pengukuran prates–pascates dan tindak lanjut, sehingga dampaknya baru dapat diklaim pada tataran reaksi dan pengetahuan, belum pada perubahan perilaku. Penelitian mendatang perlu menggunakan desain longitudinal dan komparatif untuk mengkaji faktor kontekstual seperti budaya sekolah dan lanskap digital dalam memediasi efektivitas program. Pengembangan intervensi berbasis seminar yang sistematis dan terintegrasi dengan pendekatan partisipatif digital menjadi agenda riset kritis untuk menjembatani kesenjangan antara retorika kebijakan dan realitas keamanan yang dialami peserta didik.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

educivilia

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Educivilia: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat adalah jurnal yang menerbitkan artikel-artikel penelitian sebagai hasil pengabdian masyarakat yang telah memiliki nomor P-ISSN 2721-1541 dan E-ISSN 2721-5113 dengan Focus dan Scope pada bidang pendidikan yang dikelola oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu ...