Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip Sapta Pesona pada Desa Wisata Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, serta mengidentifikasi indikator Sapta Pesona yang memerlukan perbaikan sebagai dasar peningkatan status desa wisata dari kategori rintisan menuju desa wisata berkembang. Responden penelitian ini adalah 40 orang penduduk Desa Wisata Tenjolaya yang melakukan kunjungan pada bulan Juli 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan metode Importance–Performance Analysis (IPA) untuk membandingkan tingkat kepentingan dan tingkat kinerja setiap indikator. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa atribut masih memiliki tingkat kesesuaian yang relatif rendah, khususnya pada daya tarik wisata buatan, keamanan terkait ketersediaan dan pengelolaan lahan parkir, sebagian besar indikator kebersihan, kemampuan sumber daya manusia dalam penyampaian informasi dan penanganan keluhan, serta adopsi teknologi pada aspek informasi digital dan efek jaringan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengelola Desa Wisata Tenjolaya perlu memprioritaskan pengembangan atraksi buatan yang lebih unik, peningkatan fasilitas parkir yang aman dan memadai, perbaikan kebersihan lingkungan dan fasilitas pendukung, penguatan kapasitas komunikasi sumber daya manusia, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung promosi dan pengalaman pengunjung.
Copyrights © 2026