Gout arthritis merupakan penyakit inflamasi sendi akibat penumpukan kristal monosodium urat yang ditandai dengan nyeri hebat, pembengkakan, kemerahan, dan keterbatasan gerak sendi. Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan prevalensi gout arthritis di Indonesia sebesar 11,9%, sedangkan di Provinsi Jawa Tengah mencapai 6,78%. Nyeri akut merupakan masalah keperawatan utama pada pasien gout arthritis yang dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup pasien. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan nyeri akut adalah pemberian jus nanas. Buah nanas mengandung enzim bromelain yang memiliki efek antiinflamasi dan analgesik sehingga dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan pada penderita gout arthritis. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 2 responden laki-laki berusia 46 tahun dan 53 tahun yang mengalami gout arthritis dengan masalah keperawatan nyeri akut. Kriteria inklusi meliputi pasien dengan kadar asam urat >7 mg/dl, mengalami nyeri sedang berdasarkan Numeric Rating Scale (NRS), dan bersedia menjadi responden. Intervensi dilakukan dengan pemberian jus nanas sebanyak 200 ml sekali sehari setelah makan selama 7 hari berturut-turut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan kadar asam urat, dan pengukuran skala nyeri menggunakan NRS. Hasil studi menunjukkan adanya penurunan kadar asam urat dan skala nyeri pada kedua responden setelah pemberian jus nanas selama 7 hari. Responden pertama mengalami penurunan kadar asam urat dari 8,9 mg/dl menjadi 7 mg/dl dan skala nyeri dari 5 menjadi 2, sedangkan responden kedua dari 8,3 mg/dl menjadi 6,9 mg/dl dan skala nyeri dari 6 menjadi 1. Pemberian jus nanas efektif menurunkan kadar asam urat dan memperbaiki nyeri akut pada penderita gout arthritis.
Copyrights © 2026