Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kelincahan dan kecepatan reaksi terhadap kemampuan fielding, serta kontribusi simultan kedua variabel tersebut pada atlet softball tingkat mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Universitas Putra Mahkota Indonesia (UPMI) Medan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel terdiri dari 32 atlet softball mahasiswa PJKR UPMI Medan yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi Hexagon Agility Test (HAT) untuk mengukur kelincahan, Ruler Drop Test (RDT) untuk mengukur kecepatan reaksi, dan Modified Softball Fielding Test (MSFT) untuk mengukur kemampuan fielding. Teknik analisis data meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk, uji linearitas, uji korelasi Pearson Product Moment, dan regresi berganda dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kelincahan dengan kemampuan fielding (r = –0,562; p = 0,001); (2) terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kecepatan reaksi dengan kemampuan fielding (r = –0,552; p = 0,001); dan (3) kelincahan dan kecepatan reaksi secara simultan memberikan kontribusi signifikan terhadap kemampuan fielding dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,668 (F = 29,196; p < 0,001). Koefisien regresi menunjukkan bahwa kelincahan memberikan kontribusi lebih dominan dibandingkan kecepatan reaksi terhadap kemampuan fielding. Kesimpulan: Kelincahan dan kecepatan reaksi merupakan prediktor signifikan terhadap kemampuan fielding atlet softball mahasiswa. Pelatihan yang terintegrasi antara komponen kelincahan dan stimulasi reaksi neuromuskular direkomendasikan untuk optimalisasi performa defensif dalam permainan softball.
Copyrights © 2026