Retakan membujur merupakan salah satu bentuk kerusakan perkerasan yang berpotensi menurunkan kinerja lalu lintas dan kapasitas jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh retakan membujur terhadap kapasitas praktis lintasan jalan pada Segmen STTD Jalan Raya Setu, Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan yang meliputi pengukuran geometrik jalan, dimensi retakan membujur, volume lalu lintas, dan kecepatan kendaraan. Pengamatan dilakukan pada periode jam sibuk dan bukan jam sibuk di lima titik pengamatan, yaitu X1, X2, Y1, Y2, dan Z2. Data volume lalu lintas dikonversi ke dalam satuan mobil penumpang (smp) berdasarkan PKJI 2023. Analisis hubungan volume dan kecepatan dilakukan menggunakan model Bruce D. Greenshields untuk memperoleh kapasitas praktis maksimum jalan. Pengaruh retakan membujur dianalisis menggunakan regresi linier logaritmik dengan volume retakan sebagai variabel bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas praktis pada lokasi tanpa retakan membujur mencapai 1222,41 smp/jam, sedangkan pada lokasi yang mengalami retakan membujur menurun menjadi 1205,54 smp/jam dan 1211,03 smp/jam. Model regresi yang diperoleh menunjukkan hubungan negatif antara volume retakan membujur dan kapasitas praktis jalan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan dimensi retakan membujur cenderung menurunkan kapasitas praktis jalan karena memengaruhi kecepatan dan perilaku pengemudi saat melintasi ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Copyrights © 2026