Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar pada era transformasi pembelajaran. Penelitian dilakukan di SDN Kuin Selatan 1 melalui metode kualitatif dengan teknik wawancara terhadap kepala sekolah sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka menghadapi beberapa kendala, terutama pada tahap awal penerapan. Kendala tersebut meliputi kesulitan guru dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan sistem pembelajaran dari pendekatan tematik menuju pembelajaran berbasis mata pelajaran, perubahan peran guru sebagai fasilitator pembelajaran yang berpusat pada murid, serta keterbatasan sarana dan prasarana seperti smartboard, jaringan internet, dan gangguan listrik. Selain itu, guru juga memerlukan proses adaptasi dalam penggunaan teknologi pembelajaran dan pengelolaan media ajar yang sesuai dengan kebutuhan murid. Untuk mengatasi kendala tersebut, sekolah menerapkan strategi kolaboratif melalui rapat rutin, diskusi, dan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai sarana berbagi pengalaman dan peningkatan kompetensi guru. Implementasi pembelajaran berbasis proyek, seperti pembuatan lilin dari minyak jelantah, menjadi salah satu bentuk penerapan Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kreativitas dan kepedulian lingkungan murid. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, dukungan fasilitas, serta kerja sama antarpendidik dalam menghadapi perubahan pembelajaran di era transformasi pendidikan.
Copyrights © 2026