Kulit pisang Muli banyak terbuang sebagai limbah, padahal mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi berperan sebagai senyawa antioksidan. Pemilihan metode ekstraksi menjadi faktor penting karena dapat mepengaruhi rendemen dan kandungan senyawa aktif yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari metode ekstraksi maserasi dan sokletasi ekstrak etanol 96% kulit pisang Muli (Musa acuminata Colla). Ekstraksi kulit pisang Muli dilakukan dengan menggunakan metode maserasi dan sokletasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental kulit pisang Muli diuji skrining fitokimia dan diukur kadar fenolik total dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil rendemen ekstrak metode sokletasi yaitu 13,02% dan metode maserasi sebesar 12,03%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan kedua ekstrak positif mengandung senyawa alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan terpenoid. Nilai IC50 ekstrak maserasi sebesar 27,08 ± 1,73 µg/mL dan sokletasi sebesar 32,55 ± 1,23 µg/mL, keduanya termasuk kategori antioksidan sangat kuat. Hasil uji statistik aktivitas antioksidan menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara kedua metode.
Copyrights © 2026