Musik merupakan media komunikasi massa yang merefleksikan pengalaman hidup. Lagu Melukis Senja karya Budi Doremi populer karena menyampaikan optimisme dan dukungan emosional. Namun, penggunaan bahasa metafora berlapis dalam liriknya membuat sebagian pendengar sulit menangkap makna secara langsung. Kesenjangan pemahaman ini menjadi latar belakang penelitian yang bertujuan membongkar sistem penandaan makna harapan melalui analisis denotasi, konotasi, dan mitos dengan kerangka semiotika Roland Barthes. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Peneliti menjadi instrumen utama. Data verbal berupa kata, frasa, dan metafora dikumpulkan dari lirik lagu. Data primer diperoleh dari video klip YouTube dan teks lirik, sedangkan data sekunder dari studi pustaka untuk memperkuat landasan teori. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna denotatif merepresentasikan tindakan fisik, makna konotatif menunjukkan dukungan emosional, sedangkan makna mitos merepresentasikan harapan sebagai nilai budaya masyarakat. Aktivitas “melukis senja” dimaknai sebagai upaya menghadirkan kedamaian bagi jiwa yang terpuruk. Pada mitos, senja dan malam menjadi ruang transisi emosional untuk refleksi batin. Makna ini berpadu dengan nilai budaya masyarakat seperti cakra manggilingan, Guyub rukun, serta tentrem rahayu yang menempatkan harapan sebagai ketenteraman batin. Dengan demikian, lagu melukis senja tidak hanya menghibur, tetapi juga meneguhkan makna harapan melalui budaya masyarakat.
Copyrights © 2026