Industri batu bata merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi bahaya dan risiko kerja pada setiap aktivitas produksi, mulai dari pengadaan dan pengolahan bahan baku hingga pendinginan batu bata. Minimnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahaya dan risiko kecelakaan kerja serta merekomendasikan upaya pengendalian risiko pada aktivitas produksi batu bata di Industri Rumahan Batu Bata Kulim menggunakan pendekatan Job Safety Analysis (JSA). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan studi pustaka. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko serta menyusun rekomendasi pengendalian yang selaras dengan hierarki pengendalian risiko. Hasil penelitian menunjukkan terdapat berbagai potensi bahaya pada seluruh aktivitas produksi. Risiko kategori tinggi ditemukan di berbagai aktivitas produksi seperti tangan terjepit alat pencetakan (R=10), pengangkatan beban berat secara manual (R=12), pengangkatan batu bata secara berulang (R=15), paparan suhu tinggi dari tungku pembakaran (R=10), dan kontak dengan batu bata yang masih panas saat pendinginan (R=12). Tingkat risiko sedang dan rendah juga ditemukan pada beberapa aktivitas lainnya. Upaya pengendalian diterapkan berdasarkan prinsip hierarki pengendalian yang dimulai dari rekayasa teknik, pengendalian administratif dan penggunaan APD. Penerapan pengendalian tersebut diharapkan dapat menurunkan risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan dan kesehatan pekerja.
Copyrights © 2026