Permasalahan: Penurunan angka stunting menjadi 14% merupakan salah satu program prioritas pemerintah, namun angka stunting di Indonesia masih tinggi yaitu 19%, di Provinsi Bnegkulu 18% termasuk di Kota Bnegkulu. Stunting memberikan dampak jangka panjang berupa gangguan perkembangan kognitif, penurunan produktivitas, serta rendahnya capaian akademik anak. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari kondisi lahir, status gizi, karakteristik ibu seperti usia kehamilan, paritas, serta pengetahuan ibu dalam pola asuh anak/terbukti meningkatkan risiko stunting. Tujuan Penelitian: mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting. Metode Penelitian: desain penelitian cross sectional dengan sampel ibu hamil di wilayah Puskesmas Sidomulyo, Jalan Gedang, dan Kampung Bali berjumlah 78 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis secara univariat, bi variat dengan chi square dan multi variat dengan regresi logistic. Hasil: ada hubungan pendidikan, paritas dengan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting nilai p=0.00. Tidak ada hubungan Usia dengan pengetahauan ibu hamil nilai p=0.1. Kesimpulan: Ada hubungan pendidikan, paritas dengan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting. Pemberi pelayanan kesehatn harus menekankan focus edukasi pada kelompok risiko tinggi dan factor demografi sebagai Upaya pencegahan stunting yang dimulai pada masa kehamilan.
Copyrights © 2026