Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi ekonomi pasca pandemi dan adanya research gap mengenai dampak likuiditas serta solvabilitas terhadap profitabilitas di industri farmasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara empiris pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Return on Assets (ROA) secara parsial maupun simultan pada perusahaan subsektor farmasi di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2025. Metode penelitian bersifat kuantitatif dengan teknik purposive sampling, menghasilkan 11 perusahaan yang memenuhi kriteria dengan total 55 sampel observasi. Analisis data menggunakan regresi linear berganda melalui SPSS. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan data berdistribusi normal dan terbebas dari masalah multikolinearitas, heteroskedastisitas, serta autokorelasi. Hasil uji hipotesis parsial (uji t) membuktikan bahwa CR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA (t-hitung 4,624 > t-tabel 2,0066; Sig. 0,000), sedangkan DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA (t-hitung absolut 2,317 > t-tabel 2,0066; Sig. 0,024). Secara simultan (uji F), CR dan DER terbukti berpengaruh signifikan terhadap ROA (F-hitung 38,498 > F-tabel 3,175; Sig. 0,000). Berdasarkan uji determinasi, kombinasi kedua variabel independen tersebut mampu menjelaskan 59,7% variasi ROA perusahaan.
Copyrights © 2026