Banjir besar yang melanda kawasan sekolah SD Negri Pahlawan telah menyebabkan kerusakan signifikan pada taman sekolah dan taman kelas, sehingga seluruh tanaman dan bunga yang sebelumnya ada hilang tersapu arus air. Kondisi ini tidak hanya menghilangkan unsur estetika dan fungsi ekologis lingkungan sekolah, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis peserta didik yang mengalami trauma akibat bencana tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan program sekolah peduli lingkungan melalui revitalisasi dan penghijauan kembali taman kelas pasca banjir sebagai upaya menumbuhkan karakter peduli lingkungan, melatih keterampilan motorik dan sosial peserta didik, sekaligus menjadi sarana pemulihan trauma (trauma healing) berbasis aktivitas alam. Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan guru, peserta didik dalam kegiatan pembersihan area taman, penanaman kembali bunga dan tanaman hias, serta edukasi lingkungan secara berkelanjutan. Hasil yang diharapkan dari program ini adalah taman sekolah dan taman kelas kembali hijau dan berbunga, peserta didik memiliki sikap peduli lingkungan yang lebih baik, terlatihnya keterampilan praktis peserta didik dalam berkebun, serta berkurangnya rasa trauma peserta didik terhadap peristiwa banjir melalui pengalaman positif berinteraksi dengan alam. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemulihan lingkungan sekolah pasca bencana yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain dengan kondisi serupa.
Copyrights © 2026