Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh intensitas pendampingan orang tua dalam kegiatan coding unplugged terhadap kemampuan problem solving anak usia 5–6 tahun di TK Putra II Serang pada bulan April-Mei 2026. Coding unplugged mengenalkan konsep berpikir komputasional tanpa perangkat digital meliputi pengurutan langkah, pengenalan pola, dan perbaikan kesalahan. Menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain pretest-posttest, menggunakan uji Saphiro wilk, dengan purposive sampling, penelitian ini melibatkan 30 anak beserta orang tua mereka di kelas kelompok B1 dan B2 yang berusia 5-6 tahun. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan dan angket pendampingan, lalu dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor problem solving anak meningkat signifikan dari 8,27. Saat pretest menjadi 11,73 saat posttest (p = 0,000 < 0,05). Hal ini membuktikan keterlibatan aktif orang tua memberikan dukungan dan bimbingan efektif yang memicu perkembangan berpikir logis anak. Kesimpulannya, pendampingan orang tua dalam kegiatan coding unplugged berpengaruh signifikan dan efektif dalam meningkatkan kemampuan problem solving anak usia dini.
Copyrights © 2026