Keterampilan sosial pada usia prasekolah penting untuk mempersiapkan anak menghadapi lingkungan sekolah dan membangun interaksi positif dengan teman sebaya. Pada anak usia prasekolah, ditemukan adanya perilaku agresi dalam bentuk saling mengejek, memukul, dan merespon percakapan dengan perkataan kasar. Perilaku agresi tersebut dapat mengurangi kualitas interaksi di lingkungan sekolah. Untuk membangun interaksi positif dengan teman sebaya, anak usia prasekolah perlu mengembangkan perilaku prososial melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti Socio-Dramatic Play Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas Socio-Dramatic Play dalam meningkatkan pemahaman perilaku prososial anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan One-Group Pretest–Posttest Design yang melibatkan 12 anak(M = 5,5). Pemahaman perilaku prososial diukur menggunakan instrumen adaptasi Challenging Situation Task (CST). Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa intervensi secara signifikan meningkatkan pemahaman perilaku prososial secara keseluruhan (p = 0,003). Analisis per dimensi menunjukkan peningkatan signifikan pada sharing dan comforting, sedangkan peningkatan pada helping tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa Socio-Dramatic Play efektif meningkatkan pemahaman perilaku prososial, terutama terkait berbagi dan memberikan dukungan emosional pada anak usia 5–6 tahun.
Copyrights © 2026