Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan Google Lens yang dipadukan dengan kegiatan kolase ampas kelapa terhadap kemampuan penggunaan teknologi dan eksplorasi alam anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan Quasi-Experimental One-Group Pretest-Posttest Design, melibatkan 14 anak BA Aisyiyah Pijeran 1, Ponorogo, yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi berbasis checklist dan dianalisis melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene, uji Paired Sample t-Test, serta Cohen's d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan penggunaan Google Lens meningkat dari 11,79 menjadi 12,36, sedangkan kemampuan eksplorasi alam meningkat dari 11,50 menjadi 12,21. Namun, hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan bahwa peningkatan tersebut tidak signifikan secara statistik (p = 0,328 untuk kemampuan penggunaan Google Lens dan p = 0,547 untuk kemampuan eksplorasi alam). Integrasi Google Lens dengan kolase ampas kelapa menghadirkan model pembelajaran eksplorasi alam yang kontekstual, murah, dan mudah diterapkan pada PAUD pedesaan. Temuan menunjukkan Google Lens lebih efektif memfasilitasi eksplorasi dan konstruksi pengetahuan anak dibanding meningkatkan keterampilan teknologi dalam intervensi jangka pendek, serta berpotensi mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan pencapaian SDG 4.
Copyrights © 2026