Nurtina Irsad Rusdiani
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tari Krincing Nogiren Pelangi untuk Menstimulasi Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Siti Julaikah; Dian Kristiana; Nurtina Irsad Rusdiani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8568

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk menghasilkan pengembangan Tari Krincing Nogiren Pelangi sebagai alternatif media pembelajaran yang dapat mendukung stimulasi kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengadaptasi model ADDIE yang mencakup tahap Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian melibatkan anak kelompok B usia 5-6 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta validasi oleh ahli. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif untuk mengolah skor validasi ahli dan analisis persentase untuk mengetahui capaian kemampuan motorik kasar anak. Kelayakan produk dinilai oleh ahli materi dan ahli desain pembelajaran tari. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa Tari Krincing Nogiren Pelangi dirancang melalui penyederhanaan gerak tari asli, penyesuaian durasi penyajian, serta penambahan properti berupa krincing, selendang, dan aksesoris kepala berwarna-warni yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Tari Krincing Nogiren Pelangi dinilai layak digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk mendukung perkembangan kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun. Produk ini juga memberikan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran tari berbasis budaya lokal yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini serta dapat diterapkan pada berbagai lembaga PAUD sebagai media stimulasi motorik kasar yang menarik dan kontekstual.
Integrasi Kesenian Dongkrek melalui Bermain Peran untuk Pengembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Rika Susmaya; Hadi Cahyono; Nurtina Irsad Rusdiani
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2318

Abstract

Perkembangan sosial emosional merupakan salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan pada anak usia dini. Namun, pembelajaran di lembaga PAUD masih cenderung berfokus pada kemampuan akademik sehingga pemanfaatan budaya lokal sebagai media pengembangan sosial emosional belum optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi bermain peran berbasis Dongkrek serta mengidentifikasi perkembangan nilai sosial emosional anak usia dini yang muncul selama kegiatan berlangsung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di TK Tunas Bangsa dengan melibatkan 15 anak kelompok B usia 5–6 tahun, seorang guru kelas, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi bermain peran berbasis Dongkrek dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terstruktur. Kegiatan tersebut mampu mengembangkan nilai sosial emosional anak, meliputi kerja sama, komunikasi, saling menghargai, empati, dan tanggung jawab. Aspek tanggung jawab dan saling menghargai menunjukkan perkembangan paling menonjol. Temuan ini menunjukkan bahwa kesenian Dongkrek dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang tidak hanya mengenalkan budaya lokal, tetapi juga mendukung penguatan sosial emosional anak usia dini.