Pembelajaran matematika di sekolah dasar semestinya membangun pemahaman konseptual melalui aktivitas kolaboratif dan pengalaman konkret. Namun, pembelajaran bangun datar di kelas V SDN 3 Tempurejo masih berpusat pada guru, minim eksplorasi, dan kurang memanfaatkan media visual. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa dan capaian belajar yang belum memenuhi ketuntasan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar matematika melalui sinergi model Jigsaw dan Peer Assisted Learning berbantuan geoboard. Penelitian menggunakan desain tindakan kelas dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 17 siswa kelas V SDN 3 Tempurejo tahun ajaran 2025/2026. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan ketuntasan belajar meningkat dari 41,18% pada pra-siklus menjadi 58,82% pada siklus I dan 82,35% pada siklus II. Nilai rerata siswa juga meningkat dari 68,52 pada pra-siklus, 72,1 di siklus I, meningkat menjadi 80,29 di siklus II. Temuan ini menegaskan bahwa sinergi Jigsaw, Peer Assisted Learning, dan geoboard efektif menciptakan pembelajaran matematika yang lebih partisipatif, konkret, dan berorientasi pada siswa. Implikasinya dapat dijadikan referensi reflektif guru guna mendesain pembelajaran matematika sekolah dasar yang berpusat pada siswa dan bermakna.
Copyrights © 2026