Rendahnya pemahaman siswa kelas rendah terhadap bunyi dan simbol sila-sila Pancasila, terutama pada siswa yang memiliki kemampuan membaca yang beragam, menjadi tantangan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila sehingga diperlukan model pembelajaran yang lebih aktif dan sesuai dengan karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Implementasi Problem-Based Learning pada Pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas I SDN Leuweunggede IV, serta melihat sejauh mana pemahaman siswa terhadap bunyi dan simbol sila-sila Pancasila setelah mengikuti pembelajaran. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tiga pertemuan. Subjek penelitian melibatkan 27 siswa kelas I yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan dengan kemampuan membaca yang beragam. Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan media kartu gambar, video animasi, dan lembar kerja yang dikerjakan secara berkelompok agar seluruh siswa, termasuk yang belum bisa membaca tetap dapat mengikuti pelajaran sesuai kemampuan masing-masing. Data diperoleh melalui pengamatan langsung di kelas, pemeriksaan hasil kerja siswa, serta catatan dan dokumentasi selama pembelajaran berlangsung. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa, ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata siswa dari 68,15 pada siklus I menjadi 80,37 pada siklus II. Tingkat ketuntasan belajar juga meningkat dari 59% menjadi 89%. Hal ini membuktikan bahwa model Problem-Based Learning yang didukung media bergambar dan video efektif membantu siswa kelas I dalam memahami bunyi dan simbol sila-sila Pancasila, termasuk siswa yang belum lancar membaca.
Copyrights © 2026