Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Siswa melalui Implementasi Problem Based Learning pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar Heni Suhaeni
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.3.2026.8965

Abstract

Rendahnya pemahaman siswa kelas rendah terhadap bunyi dan simbol sila-sila Pancasila, terutama pada siswa yang memiliki kemampuan membaca yang beragam, menjadi tantangan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila sehingga diperlukan model pembelajaran yang lebih aktif dan sesuai dengan karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Implementasi Problem-Based Learning pada Pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas I SDN Leuweunggede IV, serta melihat sejauh mana pemahaman siswa terhadap bunyi dan simbol sila-sila Pancasila setelah mengikuti pembelajaran. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tiga pertemuan. Subjek penelitian melibatkan 27 siswa kelas I yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan dengan kemampuan membaca yang beragam. Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan media kartu gambar, video animasi, dan lembar kerja yang dikerjakan secara berkelompok agar seluruh siswa, termasuk yang belum bisa membaca tetap dapat mengikuti pelajaran sesuai kemampuan masing-masing. Data diperoleh melalui pengamatan langsung di kelas, pemeriksaan hasil kerja siswa, serta catatan dan dokumentasi selama pembelajaran berlangsung. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa, ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata siswa dari 68,15 pada siklus I menjadi 80,37 pada siklus II. Tingkat ketuntasan belajar juga meningkat dari 59% menjadi 89%. Hal ini membuktikan bahwa model Problem-Based Learning yang didukung media bergambar dan video efektif membantu siswa kelas I dalam memahami bunyi dan simbol sila-sila Pancasila, termasuk siswa yang belum lancar membaca.
Sinergi Guru dan Orang Tua di Era Digital: Upaya Penguatan Literasi Membaca Permulaan di Sekolah Dasar Heni Suhaeni
Jurnal Dieksis ID Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.5.2.2025.1083

Abstract

Kemampuan membaca pada tahap awal merupakan aspek penting untuk keberhasilan belajar siswa di sekolah dasar. Urgensi penelitian ini terletak pada masih ditemukannya siswa kelas rendah yang mengalami keterlambatan dalam membaca permulaan, sehingga diperlukan sinergi yang kuat antara guru dan orang tua untuk mengoptimalkan proses literasi sejak dini. Dalam kenyataanya, kemampuan ini tidak hanya diperoleh dari aktivitas belajar di sekolah, melainkan juga melalui keterlibatan aktif dari orang tua di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk kerjasama antara guru dan orang tua dalam mendukung kemampuan membaca permulaan siswa kelas I di SDN Leuweunggede IV dengan menggunakan model enam jenis keterlibatan keluarga menurut Epstein (2018). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek yang terdiri dari enam siswa kelas I, seorang guru kelas, dan orang tua siswa. Pengumpulan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan pengumpulan dokumen. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, peneliti melakukan triangulasi Teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerjasama antara guru dan orang tua paling terlihat jelas dalam aspek komunikasi, pengasuhan, pembelajaran di rumah, dan kegiatan sukarela. Sinergi yang terjalin menunjukan bahwa kolaborasi yang terencana antara sekolah dan orang tua memiliki dampak positif terhadap perkembangan kemampuan membaca permulaan.